Saya hanya seorang ibu rumah tangga. Bukan ekonom, bukan pengamat politik, apalagi pejabat negara. Saya tidak paham grafik kurs, tidak mengerti istilah pasar global, dan tidak punya dolar. Tapi saya tahu satu hal, bahwa belanja kebutuhan dapur sekarang semakin berat. Karena setiap pagi, saya yang berdiri di depan warung. Saya yang melihat harga beras naik pelan-pelan. Saya yang menghitung minyak goreng agar cukup sampai akhir minggu. Saya juga yang harus memutar otak ketika uang belanja tetap, tetapi kebutuhan terus bertambah. Maka ketika ada pernyataan bahwa rakyat desa tidak memakai dolar sehingga tidak perlu panik saat dolar naik, saya merasa ada jarak yang begitu jauh antara mereka yang membuat kebijakan dengan kami yang menjalani kehidupan sehari-hari. Memang benar, kami tidak memakai dolar. Tetapi kami merasakan akibatnya. Harga sembako tidak naik karena kami tiba-tiba ingin hidup mewah. Harga naik karena biaya distribusi naik, bahan baku naik, pupuk naik, pakan ternak naik, dan ...
Berbagi informasi terkini mengenai tips gaya hidup, keuangan, pernikahan, persahabatan, cara dan segala hal yang bermanfaat untuk kehidupan manusia masa kini agar dapat lebih bermanfaat bagi sesama, dan juga diri sendiri. Semoga tulisan di blog ini bermanfaat bagi banyak orang yang membacanya.